MENGHADIRKAN KERAJAAN ALLAH

24 06 2010

I. PROLOG

Ini adalah topik yang menarik, membangkitkan semangat, dan juga banyak didiskusikan. Menarik karena istilah kerajaan Allah disebutkan sekitar 160 kali. Membangkitkan semangat karena menghadirkan kerajaan di bumi adalah kehendak Tuhan kita (Matius 6:10). Secara teologis masih banyak didiskusikan karena ada ketidaksepakatan mengenai istilah kerajaan Allah, kerajaan Sorga dan Gereja. Mengingat luasnya topik tentang kerajaan Allah ini, maka pembahasan saya batasi pada lima pertanyaan berikut:

1. Apakah karajaan Allah itu?
2. Apakah istilah kerajaan Allah dan kerajaan sorga itu sama?
3. Apakah kerajaan Allah dan gereja itu sama?
4. Di area manakah Gereja menghadirkan kerajaan Allah di bumi ini?
5. Bagaimanakah Gereja menghadirkan kerajaan Allah di bumi?

II. KERAJAAN ALLAH

1. Istilah Kerajaan Allah dan Kerajaan Surga itu sinonim. Kata kerajaan ini dipakai sekitar 160 kali dalam PB. Tidak ada perpedaan antara kedua istilah tersebut, tetapi sinonim. Matius selalu menggunakan ungkapan “Kerajaan Surga” Karena ia menulis kepada orang-orang Yahudi yang bertobat. Sedangkan Markus, Lukas, dan Yohanes menggunakan “Kerajaan Allah”.
2. Kerajaan Allah bersifat universal dan kekal, artinya tidak pernah ada waktu dimana kerajaan Allah tidak ada. Ia tidak mempunyai awal dan akhir.
3. Kerajaan Allah berkuasa, memerintah atas seluruh Kerajaan.
4. Kerajaan Allah semuanya bersifat inklusif, termasuk dalamnya adalah diri sendiri, bidang kekuasannya, semesta alam, para malaikat terpilih, surga, Para malaikat yang jatuh dan semua ciptaan, dan umat manusia diatas bumi ini. Semuanya berada dibawah kendali dan kekuasaanNya.
5. Kerajaan Allah adalah pemerintahan Allah yang meliputi surga dan bumi.
(Conner, Kevin J., 1982. The Church in the New Tastement. Edisi Indonesia dengan judul Jemaat Dalam Perjanjian Baru, diterjemahkan (2004), Penerbit Gandum Mas: Malang).

Jadi, Kerajaan Allah adalah kerajaan yang bersifat universal dan kekal; dari awal sampai akhir, semuanya termasuk di dalamnya atau inklusif, kemarin, sekarang dan selama-lamanya. Kerajaan Allah meliputi segala sesuatu yang adalah milik Allah. (W.A Criswell, 1982. Theology Systematic. First Baptist Church in Dallas).

III. GEREJA DAN HUBUNGANNYA DENGAN KERAJAAN ALLAH

Di dalam Alkitab kita mendapatkan bahwa Yesus sendirilah yang pertama kali menggunakan kata Gereja atau Jemaat. Dalam Matius 16:16-18, ketika pertama kali Kristus berbicara mengenai gereja, yang Ia maksudkan adalah Gereja atau Jemaat yang Universal, yang sesungguhnya tidak kelihatan oleh mata manusia. Atas dasar penyataan Yesus ini maka dapat disebutkan bahwa gereja adalah:
1. Milik Kristus;
2. Hanya ada satu (kata gereja di sini tidak di tulis dalam bentuk jamak);
3. Didirikan oleh Kristus sendiri;
4. Dibangun atas Batu Karang (pondasi rohani), yaitu Yesus Kristus;
5. Akan mengalahkan alam maut;
6. Memiliki kunci Kerajaan surga
7. Akan memiliki kuasa untuk mengikat dan melepaskan, baik di bumi maupun di sorga.
Jelaslah bahwa diantara Kerajaan Allah dan gereja terdapat hubungan yang erat, karena Kristus telah memberikan kunci kerajaan surga kepada gereja.

George E. Ledd menyatakan bahwa Kerajaan Allah harus dianggap sebagai pemerintahan Allah. Gereja dengan demikian merupakan kumpulan orang yang berada dibawah pemerintahan Allah. Kerajaan Allah adalah kepemimpinan Allah, sedangkan gereja merupakan masyarakat yang berada dibawah kepemimpinan tersebut. Lima butir dasar hubungan di antara Kerajaan Allah dengan gereja, yaitu :
1. Gereja bukan Kerajaan Allah.
2. Kerajaan Allah mendirikan Gereja.
3. Gereja menyaksikan kerajaan Allah.
4. Gereja merupakan alat Kerajaan Allah.
5. Gereja adalah pemelihara-penjaga kerajaan Allah.

Jadi, Gereja meruapakan manifestasi dari kerajaan atau pemerintahan Allah. Gereja merupakan bentuk pemerintahan Allah tersebut dimuka bumi ini. Gereja merupakan manifestasi pemerintahan Allah yang berdaulat di dalam hati kita, dimana kehendak Allah dilaksanakan.
(Erickson, Millard J., 1985. Christian Theology. Edisi Indonesia diterjemahkan (1998), 3 jilid, Penerbit Gandum Mas: Malang)

IV. BAGAIMANA GEREJA MENGHADIRKAN KERAJAAN ALLAH

Untuk menghadirkan Kerajaan Allah di bumi, yang pertama dan terutama adalah memberitakan berita pertobatan, dimana Raja dari kerajaan Allah itu harus menjadi Raja atau Tuhan atas kehidupan pribadi manusia. Denagn demikian manusia yang tersesat, terhilang, menjdi agen Iblis dan diperbudak dosa, manusia itu dilepaskan, diselamatkan, dan dipindahkan, diubahkan menjadi agen pemulihan alat Tuhan.
(Mary Hartati, 2010, Menghadirkan Kerajaan Allah dibumi, Materi disampaikan dalam Sidang Raya Sinode GBAP Ke III 23 Juni 2010).

Selanjutnya untuk menghadirkan kerajaan Allah kita perlu :
1. Berdoa.
Kita perlu berdoa agar kerajaan Allah hadir dimana saja kita berada.

2. Mengaplikasikan doa Yesus.
Matius 6:1 adalah kehendak Tuhan. Isi hati Tuhan. Respon kita terhadap doa tersebut adalah misi kita. Misi kepada setiap orang. Misi untuk kota dan bangsa. Misi untuk bangsa-bangsa (dunia)
Setiap bangsa memiliki pilar-pilar yang menopang masyarakatnya dan yang sangat mempengaruhi kehidupan rakyatnya untuk lebih baik atau lebih buruk, terhadap Allah dan kebenaran hidup atau terhadap setan, korupsi, ketidakadilan, dan sebagainya.
Pilar-pilar dalam Masyarakat diman kita menghadirkan Kerajaan Allah.
a. Pemerintahan. Eksekutif, legislatif, yudikatif.
b. Hukum dan Politik. Politik nasional dan lokal, administrasi, perundang-undangan, sidang pengadilan, dan penjara, dan lain-lain.
c. Keluarga. Pernikahan, rumah tangga, family
d. Media. Wartawan, radio, majalah, “bintang” TV.
e. Seni dan budaya. Musik dan penulisan lagu, lukisan, karya tulis, puisi, ukir, patung dan dekorasi, dll.
f. Hiburan. Kaset, CD, video, teater, bioskop, tempat-tempat berlibur.
g. Olah raga. Bulu tangkis, sepak bola, renang, volly ball, dan lain-lain.
h. Spiritualitas. Keyakinan, gereja, mesjid, kuil, patung dan takhyul, agama-agama suku dan lainnya.
i. Pendidikan. Play group, PAUD, taman kanak-kanak dan SD sampai Sekolah Menengah dan Universitas serta Lembaga-lembaga Kursus lainnya.
j. Bisnis dan ekonomi. Sarana perdagangan, bank, pasar modal dan tempat usaha.
k. Ilmu dan Teknologi. Komputer, internet, dan lain-lain.
l. Sosial. pengobatan, rumah sakit, kepeduliaan kepada orang miskin, tuna wisma, dan yatim piatu, lembaga swadaya masyarakat.
Allah ingin setiap orang percaya bergabung ke dalam misi-Nya untuk memperlebar kuasa kerajaan-Nya di negara dimana ia berasal. Disini Pentingnya PEMURIDAN, karena muridlah yang melakukan misi.

3. Kesatuan
Yang unik dari pekerjan Allah diakhir zaman ini adalah bahwa Ia tidak lagi membesarkan nama salah satu pemimpin tetapi Ia menggunakan SELURUH Tubuh Kristus menjadi alatnya, dengan penuh kuasa Ia bekerja melalui seluruh Tubuh Kristus diseluruh dunia. Itu berarti bahwa kita masing-masing turut bertanggungjawab, karena tidak mungkin kita berhasil jikalau tidak bersatu. Gereja yang semula mengalami lawatan Roh Kudus karena mereka SEHATI DAN SEJIWA. Salah satu faktor mengapa Gereja yang telah mengajarkan semua kebenaran tidak mengalami lawatan Tuhan ialah karena Gereja tidak bersatu. Gereja akan menjadi kekuatan yang luar biasa apabila bersatu.
Bila kita mempelajari tentang tema persatuan dalam Alkitab akan jelas mengapa persatuan itu demikian penting.
a. Gereja mula-mula hidup dalam suasana persatuan (Kisah Para Rasul 1:14; 2:1), Bahkan bertekun dalam persekutuan (Kisah Para Rasul 2:42).
b. Persatuan merupakan tema utama doa Tuhan Yesus (Yohanes 17:21,22).
c. Persatuan akan menjadi kesaksian bagi dunia sehingga mereka percaya kepada Kristus (Mazmur 133; Yohanes 17:21,22).
d. Seluruh karunia Roh Kudus akan berfungsi dengan baik dan efektif didalam Tubuh Kristus yang bersatu (I Korintus 12:1-30; Roma 12:4-16).

4. Mempraktekkan hukum, prinsip-prinsip, dan nilai-nilai Kerajaan Allah dalam kehidupan dan semua aspek kehidupan kita.
V. GEREJA DENGAN PARADIGMA YANG DIUBAHKAN

1. GEREJA DENGAN PARADIGMA LAMA

Gereja dengan paradigma lama memisahkan antara gereja dan dunia atau kehidupan di dunia sekuler. Yang sakral (gereja) dan yang sekuler (dunia) dipisahkan (gambar 1). Atau paling jauh gereja mempengaruhi ”dunia sekuler” dalam beberapa bidang pelayanan, contohnya membuka kebaktian atau pelayanan untuk kaum pengusaha dan profesional (gambar 2).

2. GEREJA DENGAN PARADIGMA BARU
Gereja dengan paradigma baru adalah sebuah gereja yang mewarnai bumi dan memberikan pengaruh kuat. Allah memberikan sebuah tujuan kepada gerejaNya yaitu menghadirkan kerajaan Allah dalam setiap aspek kehidupan di dunia.

Tujuan gereja adalah melaksanakan Amanat Agung dan meluaskan Kerajaan Allah di bumi ini. Kata ”Kerajaan” berasal dari kata Inggris ”Kingdom” yaitu gabungan dari dua kata ”king” yang artinya raja, dan ”dom” atau ”domain” yang artinya area, bidang atau wilayah. Jika kita ingin memenuhi Amanat Agung Kristus, kita harus melakukannya menurut pola Perjanjian Baru. Dalam Kitab Kisah Para Rasul kita menemukan pola yaitu: setiap orang, dimana saja, setiap ada kesempatan, setiap hari menyampaikan kesaksian dan memenangkan jiwa. Jadi, bersaksi merupakan bagian alami dari kehidupan setiap hari. Dengan demikian gereja lokal: Pemimpin-pemimpin dan para anggotanya harus dimobilisir untuk tugas ini. Kita harus meletakkan tugas menyampaikan Injil kepada semua orang di dunia dalam tempat yang pertama. Khotbah, pengajaran, doa, program, rencana, pelatihan bahkan studi kita, semuanya harus dipusatkan disekitar tujuan ini. Untuk memobilisir dengan efektif maka gereja perlu berubah dari ”paradigma lama” kepada ”paradigma baru”.

”Bila sudah tidak nyaman lagi di sini, saya akan cari gereja lain yang lebih baik. Saya di sini untuk dilayani”

”Yang penting jemaat dan gereja kita bertumbuh, kita diberkati”

”Pekerjaan adalah ’dunia sekuler’, gereja adalah ’dunia rohani”, biarlah hal-hal yang rohani ditangani oleh pendeta atau kaum rohaniawan saja”

”Tugas utama para pengusaha dan profesional adalah mencari uang untuk mendukung pelayanan”

”Hamba Tuhan adalah mereka yang memiliki gelar Pdt, Pdm, Pdp, Ev, dll, yang berbicara di mimbar atau yang bekerja penuh waktu (fulltime) di gereja”

”Bisnis, politik, dunia profesi lainnya adalah dunia yang kotor. Karena itu, seorang yang melayani di gereja tidak boleh terlibat dalam bisnis, politik maupun usaha yang lain”

”Gereja dipanggil untuk melayani jemaat di dalam gedung gereja” ”Memang keadaan ini belum ideal, gembala saya juga seorang manusia biasa, namun pasti ada sesuatu yang kita bisa lakukan untuk membawa kemajuan bersama. Saya ada di sini untuk membangun dan melayani”

”Bagaimana kita dapat bekerjasama dengan gereja-gereja yang lain, agar kota kita merasakan dampak positif yang nyata”

”semua segi kehidupan saya : pekerjaan, profesi, keluarga, memiliki arti rohani”

”Tugas utama para pengusaha dan profesional adalah ’menggembalakan’ bawahan mereka, sebagai ’Pendeta Profesional (Pdp)’ di tempat kerja”

”Hamba Tuhan adalah setiap umat Tuhan dalam segala profesi yang menyadari perannya untuk ’menggarami’ dunia”

”Bisnis, politik, sama dengan lapangan pekerjaan lain, adalah tempat kita mengekspresikan karya Allah dan memberikan pengaruh positif pada dunia. Mereka yang terlibat di bisnis dan berbagai profesi lain dapat melayani Tuhan di gereja sesuai panggilan mereka. Sebaliknya, mereka yang melayani, bisa juga membuka usaha sendiri, seperti Paulus yang menjual tenda”

”Gereja dipanggil untuk melayani orang-orang di komunitas mereka, di kota-kota dan bangsa-bangsa”

(Oentoro, Jimmy B., 2004. Gereja Impian: Membangun Gereja Di Lanskap Yang Baru. Diterbitkan oleh PT. Harvest Citra Sejahtera: Jakarta)

Gereja dengan paradigma baru perlu mendemontrasikan kerajaan Allah di muka bumi ini. Gereja dipanggil untuk mengabarkan Injil keselamatan dan memenangkan jiwa bagi kerajaan Allah yang disertai dengan kuasa, mujizat dan tanda-tanda heran (Markus 16:15-18). Tetapi gereja juga mendapat tugas untuk menolong mereka yang miskin, menegakkan keadilan bagi mereka yang tertindas, memberdayakan manusia yang secitra dan segambar dengan Allah. Tujuan gereja adalah menghadirkan kerajaan Allah di bumi ini. Menghadirkan kerajaan Allah dalam setiap aspek kehidupan kita merupakan proses mutlak agar mencapai MISI Tuhan kita. Yesus sebagai Kepala Gereja memberikan teladan saat Ia melayani di muka bumi ini (Lukas 418-19) : Yesus memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang, dinyatakan dengan FIRMAN. Yesus melakukan pembebasan kepada orang-orang tawanan dan penglihatan bagi orang-orang buta, dinyatakan dengan MUJIZAT/TANDA-TANDA HERAN.Yesus membebaskan orang-orang tertindas, dinyatakan dengan PERBUATAN.

by Pdt. Samuel T. Gunawan, M.Th

REFERENSI UNTUK STUDI LEBIH LANJUT:

Conner, Kevin J., 1982. The Church in the New Tastement. Edisi Indonesia dengan judul Jemaat Dalam Perjanjian Baru, diterjemahkan (2004), Penerbit Gandum Mas: Malang.
Enns, Paul., 1989.The Moody Handbook of Theology. Edisi Indonesia diterjemahkan (1994), Penerbit Literatur SAAT: Malang.
Erickson, Millard J., 1985. Christian Theology. Edisi Indonesia diterjemahkan (1998), 3 jilid, Penerbit Gandum Mas: Malang.
Grudem, Wayne., 1994. Systematic Theology: A Introduction to a Biblical Doctrine. Zodervan Publising House: Grand Rapids, Michigan.
Ryrie, Charles C., 1986. Basic Theology. Wheathon: Victor Book. Edisi Indonesia dengan judul Teologi Dasar, 2 Jilid (1991). Terj, Penerbit Andi Offset: Yoyakarta.
Sporoul, R.C., 1994. Essential Truths of the Christian Faith. Tyndale House Publishers, Wheaton, Illinios, USA. Edisi Indonesia dengan judul Kebenaran-Kebenaran Dasar Iman Kristen, diterjemahkan (1997) Penerbit Literatur SAAT: Malang.
Thiessen, Henry C., 1979. Lectures in Systematic Theology, direvisi Vernon D. Doerksen, Grand Rapids: Eerdmans. Edisi Indonesia dengan judul Teologi Sistematika, diterjemahkan (1992), Penerbit Gandum Mas: Malang.
Ferguson, B. Sinclair, David F. Wright, J.I. Packer., 1988. New Dictionary Of Theology. Inter-Varsity Press, Leicester. Edisi Indonesia, jilid 2 , cetakan 2009, Penerbit Literatur SAAT: Malang.
Gutrie, Donald., ed, 1981 New Tastament Theology, . Intervarsity Press, Leicester, England. Edisi Indonesia dengan judul Teologi Perjanjian Baru, 3 Jilid, diterjemahkan (1991), BPK Gunung Mulia: Jakarta.
Ladd, George Eldon., 1974. A Theology of the New Tastament, Grand Rapids. Edisi Indonesia dengan Judul Teologi Perjanjian Baru. 2 Jilid, diterjemahkan (1999), Penerbit Kalam Hidup: Bandung.
Oentoro, Jimmy B., 2004. Gereja Impian: Membangun Gereja Di Lanskap Yang Baru. Diterbitkan oleh PT. Harvest Citra Sejahtera: Jakarta.

About these ads

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: